Selasa, 07 Oktober 2014
On 09.14 by Unknown No comments
KOMPOSISI
DASAR DAN
SUDUT
PENGAMBILAN GAMBAR ( CAMERA ANGLE )
Dalam dunia fotografi
tidak sedikit fotografer apalagi yang masih pemula, seolah terlena pada hal-hal
yang bersifat teknis saja, seperti mengatur bukaan diafragma, pengaturan
kecepatan, dan pengaturan jarak. Mungkin juga, selama ini tidak terpikirkan
bahwa di dalam foto itu terkandung nilai-nilai tertentu yang dapat membuat foto
itu bagus atau sebaliknya menjadi berantakan. Salah satunya adalah pengaturan komposisi.
Mungkin belum pernah membayangkan, bahwa dengan pengaturan komposisi
sesungguhnya dapat ditonjolkan subjek utama. Bahkan tidak jarang akan mendukung
keberhasilan foto-foto yang kita buat.
Definisi Komposisi
Komposisi secara
sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar,
elemen-elemen ini mencakup garis, bentuk, warna, terang dan gelap. Yang paling
utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact (sebuah
kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi
dalam foto). Dengan komposisi, foto akan tampak lebih menarik dan enak
dipandang dengan pengaturan letak dan perbandaingan objek-objek yang
mendukung dalam suatu foto. Dengan demikian perlu menata sedemikian rupa agar
tujuan dapat tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau
sesuatu mengejutkan. Dalam komposisi selalu ada satu titik perhatian yang
pertama menarik perhatian.
Tujuan Mengatur
Komposisi Dalam Fotografi
1.
Dengan mengatur komposisi foto, kita juga dapat membangun “mood” suatu foto dan
keseimbangan keseluruhan objek foto.
2.
Menyusun perwujudan ide menjadi sebuah penyusunan gambar yang baik sehingga
terwujud sebuah kesatuan (unity) dalam karya.
3.
Melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetik
dalam pribadi pemotret.
Jenis-Jenis Komposisi :
Garis
Komposisi ini terbentuk
dari pengemasan garis secara dinamis baik garis lurus, melingkar / melengkung.
Biasanya komposisi ini bisa menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada
sebuah objek foto. Ketika garis-garis itu digunakan sebagai subjek, yang terjadi
adalah foto menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus,
melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting
garis-garis itu menjadi dinamis.
Bentuk
Komposisi ini biasanya
dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara visual kualitas abstrak
terhadap sebuah objek foto. Biasanya bentuk yang paling sering dijadikan
sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.
Warna
Warna memberikan sebuah
kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila dikomposisikan dengan
baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta
mampu dengan sempurna memunculkan “mood color” (keserasian
warna) sebuah foto terutama pada foto – foto “pictorial” (Foto
yang menonjolkan unsur keindahan)
Gelap dan Terang
Komposisi ini sebenarnya
dipakai oleh fotografer pada era fotografi analog masih berkembang pesat
terutama pada pemotretan hitam putih. Namun, sekarang ini, ditengah – tengah
era digital komposisi ini mulai diterapkan kembali. Kini pengkomposisian gelap
dan terang digunakan sebagai penekanan visualitas sebuah objek. Kita dapat
menggunakan komposisi ini dengan baik apabila kita mampu memperhatikan kontras
sebuah objek dan harus memperhatikan lingkungan sekitar objek yang dirasa
mengganggu yang sekiranya menjadikan permainan gelap terang sebuah foto akan
hilang.
Tekstur
Yaitu tatanan yang
memberikan ksan tentang keadaan prmukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan,
tidak beraturan, tajam, lembut,dsb). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau
bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.
Penerapan Komposisi
Dalam Pemotretan
Dalam pengemasan sebuah
foto agar terkesan dinamis dan menimbulkan keserasian perlu sebuah
pemahaman tentang kaidah – kaidah tentang komposisi. Yang antara lain:
- Rule of Thirds
(Sepertiga Bagian / Rumus Pertigaan)
Pada aturan umum
fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga
bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang
foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang umum dilakukan dimana kita selalu
menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto
- Sudut Pemotretan (Angle of View)
Salah satu unsur yang
membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilan objek. Sudut
pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu
jika kita mendapatkan satu moment dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik,
jangan pernah takut
untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajar
dengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah,
samping sampai kepada sudut yang ekstrim.
- Format : Horizontal dan vertikal
Proposi pesrsegi panjang
pada view vender pada kamera memungkinkan kita untuk memotret
dengan menggunakan format landscape(horisontal) maupun portrait (vertikal).
Format pengambilan gambar dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir.
- Dimensi
Meskipun foto bercerita
dua dimensi, yang artinya semua terekam diatas satu bidang. Namun, sebenarnya
foto dapat dibuat terkesan memiliki kedalaman, seolah-olah dimensi ketiga.
Unsur utama membentuk dimensi adalah jarak, Dimensi dapat terbentuk apabila
adanya jarak, jika kita menampilkan suatu obyek dalam suatu dimensi maka akan
terbentuk jarak dalam setiap elemennya. Untuk membuat suatu dimensi diperlukan
adanya permainan ruang tajam, permainan gelap terang dan garis.
Sudut Pengambilan Gambar
( Camera Angle )
Dalam fotografi agar
foto yang kita hasilkan memiliki nilai dan terkesan indah harus diperhatikan
mengenai masalah penggunaan sudut pengambilan gambar yang baik. Dalam fotografi
dikenal 3 sudut pengambilan gambar yang mendasar, yaitu:
1. Bird Eye
Sudut pengambilan gambar
ini, posisi objek dibawah / lebih rendah dari kita berdiri. Biasanya sudut
pengmbilan gambar ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan
objek (HI), elemen apa saja yang ada disekitar objek, dan pemberian kesan
perbandingan antara overview (keseluruhan)lingkungan
dengan POI (Point Of Interest).
2. High Angle
Pandangan tinggi.
artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
3. Eye Level
Sudut pengembilan gambar
yang dimana objek dan kamera sejajar / sama seperti mata memandang.
Biasanya digunakan untuk menghasilkan kesan menyeluruh dan merata
terhadap background sebuah objek, menonjolkan sisi ekspresif
dari sebuah objek (HI), dan biasanya sudut pemotretan ini juga dimaksudkan
untuk memposisikan kamera sejajar dengan mata objek yang lebih rendah dari pada
kita missal, anak – anak.
4. Low Angle
Pemotretan dilakukan
dari bawah. Sudut pemotretan yang dimana objek lebih tinggi dari posisi kamera.
Sudut pengembilan gambar ini digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan
agar terkesan kokoh, megah dan menjulang. Namu, tidak menutup kemungkinan dapat
pula digunakan untuk pemotretan model agar terkesan elegan dan anggun.
5. Frog Eye
Sudut penglihatan
sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir
sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Biasanya memotret seperti
ini dilakukan dalam peperangan dan untuk memotret flora dan fauna.
Field Of View
Beberapa jenis komposisi
yang umum digunakan dari segi ukuran (field of view) yang akan
diambil adalah sebagai berikut :
a. Extreme Close Up
Pengambilan gambar yang
sangat dekat sekali dengan objek, sehingga detil objek seperti pori-pori kulit
akan jelas terlihat.
b. Head Shot
Pengambilan gambar
sebatas kepala hingga dagu.
c. Close Up
Pengambilan gambar dari
atas kepala hingga bahu.
d. Medium Close Up
Pengambilan gambar dari
atas kepala hingga dada.
e. Mid Shot
(setengah badan)
Pengambilan gambar dari
atas kepala hingga pinggang.
f. Medium Shot
(Tiga perempat= badan)
Pengambilan gambar dari
atas kepala hingga lutut.
g. Full Shot
(Seluruh Badan)=
Pengambilan gambar dari
atas kepala hingga kaki.
h. Long
Shot
Pengambilan gambar
dengan memberikan porsi background atau foreground lebih banyak sehinnga objek
terlihat kecil atau jauh.
Beberapa jenis komposisi
dari segi banyaknya manusia sebagai objek yang difoto adalah sebagai berikut :
a. One Shot
Pengambilan gambar untuk
satu orang sebagai objek.
b. Two Shot
Pengambilan gambar untuk
dua orang sebagai objek.
c. Three Shot
Pengambilan gambar untuk
tiga orang sebagai objek.
d. Group Shot
Pengambilan gambar untuk
sekelompok orang sebagai objek.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pengambilan gambar, diantaranya
Ø Headroom, merupakan ruang diatas kepala yang
berfungsi membatasi bingkai dan bagian atas kepala objek.
Ø
Noseroom, arah pandang
atau ruang gerak objek dalam sebuah frame, bertujuan untuk memberikan ruang
pandang sehingga terkesan bahwa objek memang sedang melihat sesuatu.
Ø
Foreground, segala
sesuatu yang menjadi latar depan dari objek.
Ø
Background, segala
sesuatu yang menjadi latar belakang objek.
TIPS HUNTING
Persiapan Awal
1.
Siapkan kamera dan peralatan lain yang di butuhkan (seperti flash, tripot,
filter, dll)
2.
Sebelum memulai hunting rencanankan konsep dan obyek apa yang akan diambil.
Pada Saat Hunting
1.
Ambil semua obyek yang memang ada dilokasi dan pikirkan pula apa yang akan di
ceritakan pada foto yang akan diambil.
2.
Untuk pemula, mulailah hunting dengan obyek yang beragam dan dasar,
seperti landscape, human interest, portrait, arsitektur,dll.
Kemudian menuju jenis-jenis foto yang lebih mengarah ke jurnalistik seperti
features, spot, essay dan stories.
Pasca Hunting
1.
Setelah hasil hunting jadi, lakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan dari hunting kita.
2.
Yang terpenting, lakukan presentasi foto dan pameran untuk menunjukkan
hasilhunting kita ke banyak orang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara edit foto False Color pakai Photoshop. Oke langsung aja disimak :) -Pertama buka ...
0 comments:
Posting Komentar